suatu pagi tejo di suruh oleh mbah bejo pergi kepasar buat mbeli cangkul buat ngganti cangkul mbah bejo yang udah tumpul. karena tejo belum pernah pergi kepasar maka mbah bejo ngasih peta jalan menuju pasar dan berpesan,"thole, ikuti petunjuk yang ada di peta ini maka kamu tidak akan tersesat".
tejo ngajak surti untuk nemeninya pergi kepasar. sampai suatu perempatan tejo melihat peta untuk menentukan arah mana yang harus dia pilih. dipeta ditunjukkan bahwa dia harus berjalan lurus, sedang surti bilang ,"kekiri aja, kata ibuku lebih cepet". tapi tejo tetap memilih untuk mengikuti petunjuk mbah bejo.
beberapa kali tejo dan surti berbeda pendapat tentang arah yang harus dipilih. akhirnya surti bertanya,"kenapa sih mas kok nggak mau ndengar pendapatku?". "bukan tidak mau, sur", kata tejo, "kita sama-sama belum pernah pergi kepasar, aku sama mbah bejo diberi tugas dan dikasih petunjuknya. biarlah aku mengikuti petunjuk itu karena itu tanggung jawabku. umpamanya kita tersesat itu yang salah yang ngasih petunjuk. kalo aku gak ngikuti petunjuk trus tersesat maka yang salah aku karena gak ngikutin petunjuk, sur. jadi… biarkan aku menjalankan tanggungjawabku..".
